Ahmad Khoirul Umam. Foto: ist
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang tarif baru untuk barang yang masuk AS telah mengguncang dunia. Termasuk Indonesia.
Dilansir CNN, Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10 persen untuk semua barang impor ke AS. Indonesia dikenakan tambahan tarif khusus sebesar 32 persen.
BACA JUGA:
- Rakyat AS Kaget, Ibu Negara AS Melania Trump Diduga Terlibat Skandal Kejahatan Seksual Epstein
- Tiga Prediksi Analis Geopolitik China: Amerika Bakal Kalah Lawan Iran, Ini Alasan Logisnya
- Teriakkan No King, Jutaan Rakyat Amerika Demo Trump
- Gagal Gulingkan Pemerintah Iran, Netanyahu Frustasi, Trump Termakan Janji-Janji Mossad
Merespon kebijakan kontroversil Trump itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, mengatakan bahwa pasar lokal bisa makin tertekan akibat barang impor dari China.
Selama ini, menurut Ahmad, AS merupakan pasar yang cukup stabil untuk produk tekstil nasional.
"[Namun] kini berpotensi menghadapi tekanan berat karena produk-produk tekstil murah dari China mulai membanjiri pasar global akibat beralih dari pasar AS," kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4).
Kenaikan tarif, kata Ahmad, membuat barang ekspor dari Indonesia menjadi lebih mahal di AS, sehingga konsumen otomatis mencari produk alternatif dari negara lain yang tidak terdampak kebijakan.
"Akibatnya, volume ekspor Indonesia ke Amerika Serikat diperkirakan mengalami penurunan serius, yang berdampak langsung terhadap pendapatan devisa negara," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




