Kemudahan Program Rujuk Balik untuk Penderita Penyakit Kronis

Kemudahan Program Rujuk Balik untuk Penderita Penyakit Kronis Petugas saat melayani peserta BPJS Kesehatan.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional berkomitmen untuk terus meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi seluruh peserta, salah satunya diwujudkan dalam Program Rujuk Balik (PRB), di mana PRB bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses pengobatan bagi peserta JKN dengan penyakit kronis dan kondisi stabil. 

Pejabat Pengganti Sementara Kepala Kesehatan Cabang Malang, Fery Purwa Ginanjar, menyebut pasien kronis yang kondisinya sudah stabil akan dilakukan rujuk balik dari dokter spesialis, atau subspesialis di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) ke dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“PRB ini merupakan upaya yang kami lakukan untuk memastikan setiap peserta JKN yang menderita penyakit kronis bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal sesuai dengan kebutuhan," ujarnya. 

"Bagi pasien kronis yang kondisinya sudah stabil akan mendapatkan surat keterangan rujuk balik dari FKRTL. PRB ini sekaligus juga untuk mengurai antrean di rumah sakit, tentunya agar pasien lebih nyaman juga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Sebelum dilakukan rujuk balik oleh FKRTL, kata Fery, peserta PRB akan terlebih dahulu dipastikan masuk dalam kaidah 3B yaitu benar diagnosa, benar kondisi stabil dan benar obat. 

Penanggung jawab PRB harus dapat memastikan surat rujuk balik pasien terisi lengkap dan memastikan obat masuk dalam daftar obat PRB. PRB itu sendiri diyakini dapat mengurangi resiko terjadinya komplikasi, meningkatkan kepatuhan pengobatan dan meningkatkan awareness peserta terkait pengobatannya.

“Pasien PRB tidak perlu khawatir karena akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan dan sesuai kebutuhan, berupa konsultasi, komunikasi informasi dan edukasi, pemantauan riwayat kesehatan dan pelayanan obat sesuai formularium nasional yang bisa diperoleh di ruang farmasi di puskesmas, instalasi farmasi di klinik pratama, maupun apotek yang bekerja sama dengan Kesehatan,” urai Fery.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO