Bupati Malang saat memberi sambutan.
Sementara itu, Kepala Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Jefry Arnast, menegaskan bahwa informasi yang beredar tentang penolakan dari warga terhadap rencana pengembangan KEK Singhasari tidaklah akurat dan menyesatkan.
“Dari pihak desa, kami ingin klarifikasi bahwa tidak ada penolakan sama sekali. Saya pribadi bahkan keliling malam-malam, tidak ada banner penolakan. Banner yang muncul baru sekitar pukul 3 pagi, dan saya langsung dihubungi warga yang merasa bingung. Mereka tidak merasa ada penolakan terhadap KEK,” paparnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/5/2025)
Ia menambahkan, masyarakat di desanya justru sangat mendukung keberlanjutan KEK Singhasari, karena mereka memahami bahwa keberadaannya memberikan keuntungan besar bagi desa, terutama dalam hal peningkatan ekonomi dan nilai tanah.
Lebih lanjut, Jefry juga menjelaskan bahwa banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Desa Klampok, khususnya untuk sektor pendidikan dan pariwisata yang menjadi fokus utama dalam rencana pengembangan KEK Singhasari. Namun, kabar penolakan yang beredar tanpa kejelasan sumbernya telah menimbulkan keraguan di kalangan investor.
“Masyarakat Klampok sangat mengharapkan KEK ini dapat berjalan. Banyak investor yang sudah mulai melirik desa kami sebagai lokasi strategis untuk pengembangan sektor-sektor penting seperti pendidikan dan pariwisata. Sayangnya, adanya kabar penolakan ini justru membuat beberapa investor ragu untuk melanjutkan rencana investasi mereka,” urai Jefry.
Ia menegaskan, proyek ini adalah investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Klampok.
“Insya Allah, KEK ini akan membawa banyak manfaat untuk kemaslahatan masyarakat Kelampok. Kami berharap proyek ini dapat terus berjalan dan segera terealisasi untuk kebaikan semua pihak,” harapnya. (dad/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






