Petugas Kebersihan Rusun Ngelom Sidoarjo Diduga Tidak Digaji Selama Setahun

Petugas Kebersihan Rusun Ngelom Sidoarjo Diduga Tidak Digaji Selama Setahun

SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Meski sudah satu tahun tak menerima gaji, Sani, petugas di Rumah Susun (Rusun) Ngelom, Kecamatan Taman tetap menjalankan tugasnya mengangkut sampah warga.

Sejak April 2024, ia dan tiga rekannya belum menerima upah yang seharusnya dibayarkan Rp 500 ribu per bulan. Akibat tidak menerima upah, ia harus mencari penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Saya terakhir terima gaji Maret 2024. Setelah itu enggak dibayar sama sekali, padahal saya tetap kerja seperti biasa. Saya ambil sampah di blok A dan C, tiga hari sekali,” ujar Sani, Selasa (13/5/2025).

Ia mengaku telah bekerja sebagai petugas di sejak 2023. Awalnya ia hanya menerima Rp 250 ribu per bulan, sebelum kemudian dinaikkan menjadi Rp 500 ribu. 

Meski tak dibayar, ia tetap membayar iuran sampah bulanan sebesar Rp 20 ribu.

Menurutnya, pengelola rusun selalu berdalih bahwa dana gaji digunakan untuk menutupi tunggakan listrik dan PDAM.

"Katanya uangnya dipakai buat bayar listrik dan air. Tapi kan kami kerja, ya harusnya tetap digaji. Katanya gaji saya dibayar dari Dinas Perkim, tapi saya enggak tahu pasti,” kata kakek 63 tahun itu.

Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban , Imam Syafii.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO