Wakil Bupati Gresik ketika membaca salah satu koleksi buku saat peluncuran Rubadira. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Alif mendorong seluruh pihak, terutama Disperpusip Gresik untuk terus menghadirkan inovasi literasi yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pendidikan dasar dan komunitas warga.
"Rubadira adalah langkah konkret kami dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi anak-anak. Rubadira menjadi jembatan penting untuk mengurangi kesenjangan literasi di era digital, sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan TGM di Kabupaten Gresik," paparnya.
Gresik memperoleh dukungan dari Perpustakaan Nasional berupa bantuan bahan bacaan bermutu sebanyak 1.000 judul buku bagi 14 lembaga penerima yang disalurkan kepada 12 perpustakaan desa, dan 2 taman bacaan masyarakat.
Nantinya, Pemkab Gresik juga berencana mendirikan perpustakaan umum bertema modern di Komplek Pasar Ikan sebagai langkah memperluas akses literasi yang inklusif dan terintegrasi. Alif mengajak seluruh orang tua, guru, dan komunitas untuk menjadikan literasi sebagai budaya hidup sehari-hari.
"Mari kita rutin mengunjungi perpustakaan, membaca bersama anak-anak, dan membentuk generasi Gresik yang cerdas, kritis, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
Peluncuran juga dihadiri jajaran pejabat dari pemerintah daerah setempat, serta perwakilan BUMN di Gresik. Acara juga diramaikan dengan berbagai kegiatan literasi, seperti bedah buku dan bazar literasi. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




