Ilustrasi. Foto: Freepik
Namun, hingga kini belum ada bukti kuat bahwa biotin dapat memperbaiki kondisi kulit, kecuali pada orang yang mengalami defisiensi biotin yang sangat jarang terjadi.
Asupan biotin yang berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping, salah satunya adalah gangguan pada hasil tes laboratorium, termasuk pemeriksaan tiroid.
Multivitamin: Membantu Bila Pola Makan Kurang Seimbang
Bagi mereka yang kekurangan asupan vitamin dan mineral dari makanan sehari-hari, multivitamin dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Studi menunjukkan bahwa suplemen dengan campuran berbagai nutrisi dapat memperbaiki kondisi kulit seperti kekeringan, kusam, dan warna tidak merata.
Namun, jika pola makan sudah seimbang, tambahan multivitamin biasanya tidak dibutuhkan.
Probiotik: Menjaga Keseimbangan Usus, Berpengaruh pada Kulit
Kesehatan usus berpengaruh besar terhadap kondisi kulit.
Ketidakseimbangan bakteri di dalam saluran cerna dikaitkan dengan berbagai masalah kulit, termasuk jerawat dan rosacea.
Suplemen probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan, secara tidak langsung berkontribusi terhadap perbaikan beberapa masalah kulit.
Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Suplemen Bukan Solusi Utama
Meskipun suplemen dapat membantu memperbaiki kondisi kulit tertentu, seperti jerawat atau psoriasis, bukan berarti suplemen wajib dikonsumsi oleh semua orang.
Untuk menjaga kulit tetap sehat, pola makan bergizi seimbang tetap menjadi faktor utama.
Konsumsi buah dan sayuran, cukup air putih, tidur yang cukup, serta menghindari rokok dan alkohol, adalah langkah yang jauh lebih efektif dan aman.
Sebaliknya, beberapa suplemen seperti produk tinggi yodium atau protein whey justru berisiko memicu jerawat atau iritasi kulit pada sebagian orang.
Jika mengalami perubahan pada kulit setelah mengonsumsi suplemen, segera konsultasikan dengan dokter. (mg3)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




