Paradoks Survei LSI Denny JA, PHK Masif, Harga-Harga Mahal, Tapi 81,2% Publik Puas Kinerja Prabowo

Paradoks Survei LSI Denny JA, PHK Masif, Harga-Harga Mahal, Tapi 81,2% Publik Puas Kinerja Prabowo Adjie A Faraby saay merilis survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Foto: istimewa

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Inilah penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan Subianto - Rakabuming Raka selama tujuh bulan pertama. Publik menilai bahwa selama tujuh bulan Indonesia di bawah pemerintahan -Giban banyak pengangguran, cari kerja susah, harga-harga mahal dan PHK massif. Bahkan PHK tidak hanya menimpa para buruh tapi juga wartawan.

Target ekonomi yang dijanjikan - juga tak sesuai harapan. Pertumbuhan ekonomi berkutat di bawah angka 5%. Padahal selama ini secara agitatif menargetkan 8%.

Uniknya, meski kinerja - angka merah, tapi publik mengaku puas. Setidaknya, inilah hasil survey Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

"Jadi mereka yang menyatakan puas 81,2 persen, hanya 18,3 persen yang tidak puas," ujar Direktur KCI LSI Denny JA, Adjie Al Faraby dalam rilis secara virtual tentang hasil survey terbaru LSI Denny JA, Rabu (4/6/2025).

LSI mengakui terjadi paradoks luar biasa hasil survei kali ini. Maksudnya, meski kepuasan terhadap pemerintah tinggi, masyarakat merasa lapangan kerja susah hingga mengeluhkan harga sembako yang mahal.

"Tentunya sebagai secara awam, kita menilai bahwa ini adalah suatu paradoks yang luar biasa. Di satu sisi, publik merasakan langsung aspek-aspek yang sifatnya sangat mikro, terkait dengan lapangan kerja, kemudian sembako yang mahal," jelas Adjie Al Faraby.

Adjie Al Faraby kemudian mengungkap penyebab dua rapor merah yang menjadi alarm sosial untuk Pemerintahan Presiden Subianto dan Wakil Presiden Rakabuming Raka.

“Ada empat alasan utama mengapa tekanan ini muncul dalam fase awal pemerintahan. Tahap awal implementasi, pertumbuhan ekonomi di bawah target, ekspektasi yang terlampau tinggi, dan gelombang PHK masif,” kata Adjie Alfaraby dalam rilis virtual yang digelar Rabu, 4 Juni 2025.

Menurut dia, temuan survei ini dilakukan LSI Denny JA pada 16–31 Mei 2025, dengan metode multi-stage random sampling terhadap 1.200 responden.

Adjie Al Faraby merinci bahwa banyak program unggulan seperti makan bergizi gratis (MBG), hilirisasi, Danantara dan Koperasi Merah Putih yang masih dalam tahap uji coba.

“Dampak nyatanya belum dirasakan publik. Ini program besar yang manfaatnya akan terasa tapi memerlukan waktu lebih panjang,” kata dia memprediksi.

Sumber: Viva

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO