Kemenkes: Baru 67 Persen ODHIV Jalani Pengobatan, Tantangan Capai Target 95-95-95 pada 2030

Kemenkes: Baru 67 Persen ODHIV Jalani Pengobatan, Tantangan Capai Target 95-95-95 pada 2030 Ilustrasi. Foto: Ist

Kemudian, 36,7 persen berasal dari populasi umum seperti orang dengan sistem imun rendah, termasuk penderita tuberkulosis, IMS, hepatitis, ibu hamil, dan warga binaan. 

Adapun 10,8 persen berasal dari populasi khusus seperti calon pengantin, serta 15,3 persen dari populasi rentan, seperti pelanggan pekerja seks, pasangan dari populasi kunci, dan anak dari ibu dengan HIV/AIDS.

Untuk menemukan dan menangani lebih banyak kasus ODHIV dan IMS, pemerintah terus mendorong berbagai upaya, mulai dari pencegahan, surveilans, penanganan kasus, hingga promosi kesehatan.

Bagi masyarakat, Ina menyatakan bahwa formula pencegahan HIV dirangkum dalam prinsip ABCDE: abstinence (tidak melakukan hubungan seksual sebelum waktunya), be faithful (setia pada pasangan), penggunaan kondom, no drugs (tidak memakai narkoba), dan education (edukasi).

"Kemudian no drugs; karena dia juga salah satu pintu masuk penularan, melalui jarum suntik. E adalah education," tuturnya.

Masyarakat juga diajak untuk tidak takut memeriksakan diri dan menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan dan privasi pasien demi mengurangi stigma.

"HIV, IMS itu bukan masalah moral, tapi itu adalah masalah kesehatan. Seperti kita lihat tadi, itu bisa mengenai semua usia kok, dari 0 sampai lansia, dia bisa mengenai seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

"Ada, bisa populasi umum juga bisa, populasi yang mungkin. Artinya, semua itu adalah masalah kesehatan. Jadi, kita jangan menghakimi siapapun orangnya," imbuhnya. (rom)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO