Petugas Damkarmat Bojonegoro saat melakukan pemadaman api yang membakar lahan.
Sebab catatan BPBD, sejak Januari hingga Agustus 2024, telah terjadi 78 peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Bojonegoro.
"71 di antaranya terjadi di tengah musim kemarau. Artinya ini menjadi sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan, masyarakat harus waspada," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Siswoyo, mengingatkan bahwa bahaya bukan hanya datang dari hutan, tetapi juga dari dalam rumah.
"Cuaca panas akhir-akhir ini ditambah adanya unsur kelalaian manusia meningkatkan risiko keselamatan," katanya.
Ia mengingatkan masyarakat tak membakar sampah atau meninggalkan api tanpa pengawasan, baik itu bediang sapi maupun lilin.
"Bila tercium aroma menyengat, segera buka ventilasi dan jauhkan dari sumber api. Karena cuaca terik bisa menjadi pendukung apabila terjadi kebakaran. Sehingga harus waspada," pungkasnya.(jku/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




