Pimpinan DPRD Gresik bersama ketua komisi saat memberikan keterangan perkembangan program MBG. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Sesuai target BGN, ia mengatakan program MBG di Gresik diharapkan sudah menjangkau seluruh siswa pada Oktober 2025.
"Makanya, Pemkab Gresik harus terus berpacu agar bulan Oktober mendatang semua siswa se-Kabupaten Gresik sudah menikmati program MBG," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, menyampaikan bahwa dewan telah menyetujui anggaran pendampingan MBG sebesar Rp5 miliar dalam APBD tahun ini.
"Kami belum dapat laporan dari pemerintah anggaran itu sudah digunakan untuk MBG atau belum," ungkapnya.
Ketua DPD Golkar Gresik itu juga menyebut pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun dari APBN untuk mendukung program MBG di Gresik.
"Pertanyaannya, anggaran segede itu cara berpikirnya dan eksekusinya jangan hanya berhenti di penyediaan MBG saja, tapi ekosistem berikutnya seperti apa?." cetusnya.
Nurhamim menekankan, program MBG tidak hanya bertujuan memberikan makanan bergizi kepada siswa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Penjual sayur dilibatkan, toko kelontong dilibatkan untuk penyediaan bahan MBG agar perekonomian mereka bertumbuh dan juga penting bisa menyerap tenaga kerja," tuturnya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




