Bupati Gresik Apresiasi Gelaran Biennale Jatim XI di Pudak Galeri

Bupati Gresik Apresiasi Gelaran Biennale Jatim XI di Pudak Galeri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (dua dari kiri) saat menghadiri Biennale Jatim XI di Pudak Galery. Foto: Ist.

"Gresik adalah kota kecil yang kaya warisan budaya. Sejak dahulu menjadi pintu perdagangan internasional. Saya berharap para seniman mampu menangkap nilai-nilai ini dan mentransformasikannya dalam karya. Semoga Gresik terus dikenang sebagai kota yang penuh peradaban," pungkasnya.

tahun ini mengusung tema “Menyongsong Hantu Laut”, sebuah refleksi atas tantangan zaman, khususnya di wilayah pesisir. Hantu laut dipahami sebagai simbol ketidakpastian, krisis ekologi, serta perubahan sosial budaya yang tengah berlangsung.

Dalam gelaran ini, seniman muda asal Gresik, Fatwa Amalia, terpilih sebagai salah satu partisipan utama, bersanding dengan sejumlah nama besar dari dalam dan luar negeri.

Sejumlah seniman internasional turut ambil bagian, antara lain Lisette Ross (Amsterdam), Satsuki Imai (Tokyo), Ryuichi Sakazaki (Fukuoka), Terae Keiichiro (Seoul), Artcom (Kazakhstan), Dam-Dam Collective (Amsterdam), dan Yawen Fu (Taiwan/Amsterdam).

Pembukaan juga dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata Jawa Timur Evy, Kepala BP3 Wilayah 11 Endah Budi Heryani, dan Ketua Dewan Kebudayaan Gresik Irfan Akbar serta puluhan seniman dan budayawan dari dalam dan luar negeri.

Kehadiran di Gresik diharapkan memperkuat jejaring kebudayaan, membuka ruang kolaborasi lintas negara, serta meneguhkan posisi Jawa Timur, khususnya Gresik, sebagai salah satu pusat pertumbuhan seni rupa di Indonesia. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO