Bupati Sidoarjo Subandi saat hadiri "Gerakan Cegah Stunting bagi Fatayat", Kamis (11/9/2025). foto istimewa
"Target ini tidak akan tercapai tanpa gotong royong. Peran Fatayat NU yang dekat dengan keluarga dan masyarakat adalah kunci. Bersama PKK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan, Fatayat NU bisa menjadi motor penggerak pencegahan stunting di setiap desa," harapnya.
Kata Subandi, dengan sinergi antara Pemkab Sidoarjo dan Fatayat NU, pihaknya optimistis angka stunting dapat terus ditekan.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama pencegahan stunting ada pada keluarga yang sehat dan kuat.
"Jika Fatayat NU menjadi pondasi keluarga yang kokoh, Insya Allah Sidoarjo akan melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," pungkas Bupati Subandi.
Di acara yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, memberikan paparan mengenai pentingnya menjaga nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ia menyebut masa ini sebagai periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
"Seribu hari pertama kehidupan tidak boleh terlewatkan. Ibu hamil, bayi, dan balita harus mendapatkan asupan gizi seimbang, perhatian, dan pola asuh yang tepat. Jika pondasi keluarga kuat, maka generasi yang lahir akan menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing," cetusnya.
Sriatun menambahkan, selain Fatayat NU juga harus bersama melaksanakan sosialisasi terhadap program edukasi gizi seimbang hingga pemanfaatan pada lahan rumah untuk sumber pangan bergizi di wilayahnya.
"Langkah ini akan sejalan dengan peran Fatayat NU sebagai penguat keluarga dan penggerak masyarakat," tandas Sriatun yang juga anggota DPRD Jatim ini. (sta/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




