Petugas saat mendatangi SDN Pasanggar 1, Pamekasan.
Heri menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kasus ini dengan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait.
"Tidak menutup kemungkinan kami akan memanggil dan meminta keterangan para pihak untuk tindak lanjutnya. Namun, kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Kami juga wanti-wanti penyelenggara dapur MBG untuk menjaga kebersihan dan kualitas menu yang disajikan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, program MBG menjangkau ribuan siswa setiap harinya. Oleh karena itu, perbandingan jumlah anak yang mengalami gejala dengan total penerima masih perlu dikaji lebih lanjut.
"Kalau yang mengonsumsi ribuan tapi hanya 6 atau 7 siswa yang muntah, tentu perlu kajian ulang. Bisa jadi faktor lain, misalnya kondisi tubuh anak kurang fit atau sebelumnya makan sesuatu, ini masih kami dalami," paparnya.
Saat melakukan pengecekan ke dapur MBG di Desa Pasanggar, polisi mengamankan sejumlah sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kendati demikian, dapur tidak ditutup sementara karena dinilai telah memenuhi standar kelayakan.
"Untuk sementara kami belum melakukan penutupan. Dapurnya cukup representatif, memenuhi ketentuan. Insiden ini masih kategori ringan, karena tidak sampai ada siswa yang dirawat di rumah sakit. Tapi kami tetap dalami, termasuk kemungkinan faktor lain seperti kebersihan wadah makan," urai Heri. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




