VP Pengelolaan Pelabuhan Petrokimia Gresik, Shandy Kharisma (kanan), mewakili jajaran direksi saat menerima penghargaan. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik meraih penghargaan bergengsi sebagai The Best Performer Bagging Operation for Supply Chain Excellence of the Year di Indonesia Logistics Awards (ILA) 2025.
Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan sistem pengantongan pupuk melalui teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).
BACA JUGA:
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Petrokimia Gresik Berangkatkan 200 Pemudik ke Lima Rute di Jawa Timur
- Safari Ramadhan di Gresik, Dirut Pupuk Indonesia Salurkan Santunan ke Ribuan Masyarakat
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Penghargaan secara simbolis diterima oleh Vice President Pengelolaan Pelabuhan Petrokimia Gresik, Shandy Kharisma Irianto, mewakili jajaran direksi di Jakarta.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa kinerja pengantongan perusahaan meningkat signifikan sejak peluncuran Smart Bagging Ecosystem.
Inovasi ini merupakan bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia demi mewujudkan swasembada pangan.
“Pengantongan menjadi tahapan yang cukup vital bagi pendistribusian pupuk untuk petani, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Proses ini menjamin atau menjaga kualitas pupuk bersubsidi hingga di tangan petani,” kata Daconi, Minggu (12/10/2025).
Smart Bagging Ecosystem memiliki sejumlah fitur modern yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pengemasan pupuk.
Salah satunya adalah Early Warning System (EWS) yang memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi kesesuaian kode produk secara real-time.
Klik Berita Selanjutnya






