Berdiri Sejak 1902 di Daop 9 Jember, Begini Kisah dan Eksotisnya Stasiun Mrawan

Berdiri Sejak 1902 di Daop 9 Jember, Begini Kisah dan Eksotisnya Stasiun Mrawan Stasiun Mrawan berdiri sejak 1902 dan masih beroperasi hingga saat ini.

Terowongan tersebut menembus Gunung Gumitir yang membatasi dengan Banyuwangi, menjadi salah satu jalur penghubung yang vital di kawasan lintas selatan Pulau Jawa.

Terowongan itu berada di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru. Tepatnya di KM 30+777. Hingga kini, Terowongan Mrawan merupakan terowongan aktif terpanjang kelima di Indonesia, namun kalah dari terowongan Sasaksaat, bagian dari jalur kereta yang menghubungkan Padalarang – Purwakarta – Cikampek, yang memiliki panjang hingga 949 km.

Terowongan itu jadi simbol keandalan teknologi perkeretaapian jaman dulu yang tetap berfungsi hingga saat ini.

Berdasarkan keterangan Vice President Public Relations KAI Anne Purba, Stasiun Mrawan menjadi potret peran transportasi publik guna mendukung masyarakat, negara, dan ekonomi.

“Stasiun Mrawan memperlihatkan bagaimana perkeretaapian hadir sebagai penggerak ekonomi daerah, penghubung mobilitas masyarakat, sekaligus penjaga warisan sejarah bangsa. Kawasan ini memberi pengalaman perjalanan yang bernilai, sekaligus manfaat ekonomi bagi warga di sekitarnya,” kata Anne.

Ia mengatakan, lintasan Mrawan memperkuat konektivitas antara sektor transportasi pertanian, dan pariwisata. Tiap perjalanan di jalur ini membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi serta menegaskan kontribusi KAI terhadap pengembangan wilayah. (glg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Nekat Ritual di Laut, 10 Warga Jember Meninggal Tersapu Ombak':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO