Presiden Suriah atau Syria Ahmed Al Shara. Foto: REUTERS/Bing Guan
Pagi itu, bulan lalu, tulis Dahlan Iskan, kami sedang jalan-jalan pagi. Di bagian elite kota Damaskus. Ternyata banyak terlihat mobil dengan plat nomor negara lain: Dubai, Dhoha, Kuwait, Saudi Arabia.
“Orang Dubai kini memang suka jalan-jalan ke Damaskus. Naik mobil. Hanya 30 jam. Kalau Anda yang mengemudi mungkin hanya 25 jam,” tulis mantan menteri BUMN itu lagi.
“Sambil lihat-lihat mobil asing itu saya juga bisa lihat: ternyata plat nomor mobil Suriah juga berubah. Anda bisa bandingkan dengan plat nomor di zaman kekuasaan diktator Basyar Al Assad yang juga masih ada di jalan-jalan. Begitu habis masa berlaku plat lama itu langsung ganti ke model yang baru,” tulisnya.
Menurut Dahlan, di Suriah, semua berubah: bendera, lagu kebangsaan, simbol negara, sampai plat nomor kendaraan.
“Ini peluang bagi Peruri. Tinggal uang Suriah yang belum berubah. Pasti akan berubah. Gambar di uang Suriah, Pound, masih foto penguasa lama yang amat mereka ingin segera lupa. Peruri sudah mencetak banyak uang negara lain. Apa salahnya segera bikin usulan untuk uang yang baru,” kata Dahlan Iskan.
Masih menurut Dahlan, Peruri bisa mengusulkan desain barunya seperti apa. Kertasnya jenis apa. Pengamanannya pakai teknologi apa. Peruri punya tim desain yang kuat.
“Teknologi percetakan Peruri juga canggih. Punya teknologi intaglio. Yakni teknologi penempatan tinta di lekukan molding. Intaglio bisa membuat tinta terasa timbul,” tulis Dahlan Iskan.
Menurut dia, ketika uang diraba terasa ada yang timbul di lembaran itu. “Uang palsu tidak akan bisa punya ciri seperti itu. Tinggal lajukan sedikit riset: tentang kejayaan masa lalu Syiria, potensi masa depannya, keunggulan peradaban dan budayanya,” tambahnya.
“Mumpung hubungan Indonesia dan Suriah sangat baik. Harus dimanfaatkan. Tidak banyak yang bisa diperbuat di sana. Mencetakkan uang adalah salah satu yang sedikit itu. Mereka pasti ingin menggantinya,” tulis lagi.
Menurut dia, sebelum perang saudara dulu uang Suriah dicetak di Inggris. Begitu Barat menjatuhkan sanksi ke negara itu yang Syria dicetak di Russia. Berarti Indonesia bisa menggantikan Inggris dan Russia.
“Mereka tidak perlu partai. Mereka perlu uang,” tulis Dahlan Iskan mengakhiri tulisannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




