GM PT SBI Pabrik Tuban, Priyatno, saat menjelaskan tentang TPST berkapasitas 5 ton per hari yang dioperasikan masyarakat sekitar perusahaan.
Menurutnya, pembangunan TPST ini sebagai bentuk kepedulian SBI terhadap pengelolaan sampah desa yang masih mengandalkan kumpul, angkut, dan buang. Proses konvesional seperti itu selama ini masih menimbulkan potensi dampak pencemaran lingkungan.
Oleh sebab itu, pihaknya mendorong untuk mewujudkan proyek kolaboratif ini bersama dengan BUMDes dan Universitas Brawijaya.
"TPST D’Joyo Lestari dibangun di atas lahan seluas 3.200 meter persegi dan ukuran bangunan 12x18 meter persegi. Dengan kapasitas operasional 3-5 ton sampah per hari, TPST ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu menyelesaikan permasalahan sampah desa," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, berharap TPST pertama yang hadir di Kabupaten Tuban ini menjadi pusat pembelajaran desa untuk memecahkan permasalahan lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi produktif.
"Masalah sampah bukan hanya soal tumpukan limbah, tapi soal cara kita memperlakukan bumi. TPST Sawir D’Joyo Lestari adalah wujud nyata inovasi dari kerja sama dan kepedulian. Kolaborasi antara Solusi Bangun Indonesia, Universitas Brawijaya, dan BUMDes ini memberi harapan baru bahwa pengelolaan lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang cerdas, bermanfaat, dan memberdayakan," paparnya. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




