Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana saat memberi sambutan di upacara peringatan Hari Santri 2025.
Kemudian, program insentif atau bisyaroh bagi guru madin termasuk guru agama non muslim yang telah dimulai tahun 2021 dipastikan Dhito akan terus berlanjut dan ditargetkan bisa mencover 15.000 guru.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, penerima bisyaroh hingga saat ini telah mencapai 9500 guru dan masing-masing juga dicover BPJS Ketenagakerjaan.
Selain bisyaroh, tahun 2025 ini juga ada program beasiswa bagi santri/hafidz untuk 140 penerima.
Dhito mengungkapkan awal diperingati hari santri pada 22 Oktober didasarkan pada resolusi jihad yang diinisiasi KH Hasyim Asy'ari pada 1945 di Surabaya.
Di era saat ini, jihad bisa ditafsirkan pada banyak hal, termasuk perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru dan Masyayikh.
"Maka hari ini (Rabu, 22 Oktober 2025) bersama dengan seluruh pondok pesantren dan para santri-santri yang ada di Kabupaten (Kediri) kita jaga kabupaten ini tetap menjadi kabupaten yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur" tegasnya. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




