Bandara Dhoho, Kabupaten Kediri. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
“Penerbangan dari Kediri dijadwalkan berangkat pukul 12.30 dan tiba di Jakarta pukul 14.00. Jadwal ini disusun agar penumpang bisa terhubung langsung dengan penerbangan lain di grup Lion Air, seperti Batik Air dan Lion Air,” paparnya.
Dikatakan olehnya, Bandara Dhoho memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter, sehingga mampu melayani pesawat berbadan lebar. Ia membuka peluang untuk penerbangan umrah langsung dari Kediri ke Tanah Suci.
Sedangkan Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menyampaikan pihaknya tengah memperluas jangkauan layanan, termasuk mewujudkan penerbangan umrah dan potensi keberangkatan haji dari Kediri di masa depan.
“Target kami, penerbangan umrah bisa segera terealisasi. Tidak menutup kemungkinan juga Kediri akan menjadi titik keberangkatan haji di masa depan,” ujarnya.
Maksin juga mengungkapkan, pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan hotel-hotel di sekitar Kediri untuk difungsikan sebagai asrama haji transit, seperti model di Yogyakarta. Ia menambahkan, Bandara Dhoho kini resmi berstatus internasional setelah terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025.
Ia mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah sekitar seperti Trenggalek, Blitar, Nganjuk, dan Tulungagung yang turut mempromosikan Bandara Dhoho melalui program diskon wisata dan akomodasi.
“Kalau semua pihak terus bersinergi, Bandara Dhoho akan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur. Terlebih, Bandara Juanda di Surabaya sedang bersiap renovasi. Dhoho bisa menjadi alternatif sekaligus penggerak ekonomi baru di wilayah barat Jatim,” tuturnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






