Perwakilan Petrokimia Gresik saat menerima penghargaan kategori Warehouse & Bagging Transformation for Supply Chain Excellence pada ajang Bisnis Indonesia Logistics Awards (BILA) 2025 di Jakarta.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Inovasi Petrokimia Gresik, Smart Bagging Ecosystem dan Smart Warehouse Ecosystem, kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional.
Inovasi yang mampu mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ini mendapatkan penghargaan dalam kategori "Warehouse and Bagging Transformation for Supply Chain Excellence" dalam ajang Bisnis Indonesia Logistics Award (BILA) 2025 di Jakarta.
BACA JUGA:
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Safari Ramadhan di Gresik, Dirut Pupuk Indonesia Salurkan Santunan ke Ribuan Masyarakat
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang kembali diberikan atas inovasi perusahaan di bidang pergudangan dan pengantongan.
Menurutnya, pergudangan dan pengantongan bagi Petrokimia Gresik merupakan bagian yang penting dalam mendukung distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan prinsip 7T (tepat sasaran, jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, dan tepat mutu).
"Ini bukan penghargaan pertama diraih inovasi Smart Bagging Ecosystem. Dengan inovasi ini, Petrokimia Gresik mampu menjalankan operasional pergudangan dan pengantongan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga tepat dalam memenuhi target-target distribusi pupuk bersubsidi," ujar Daconi, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan, penghargaan ini memotivasi seluruh Insan Petrokimia Gresik untuk tidak pernah lelah dalam berinovasi. Karena setiap terobosan yang dihasilkan akan memberikan dampak langsung pada kemajuan pertanian Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Pengantongan pergudangan menjadi tahapan yang sangat vital dalam pendistribusian pupuk untuk petani, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Proses ini menjamin atau menjaga kualitas pupuk bersubsidi hingga di tangan petani," pungkasnya.
Smart Bagging Ecosystem sendiri memiliki fitur-fitur yang modern dalam operasionalnya. Antara lain, Early Warning System (EWS) yang dirancang dengan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan quality control dalam line pengantongan pupuk.






