Denny Caknan saat konser di kantor Bupati Gresik. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Suryadi, salah satu warga Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng mengecam konser yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) di halaman kantor Bupati Gresik, Jumat (14/11/2025) malam.
Konser yang dikemas dengan event Pagelaran Seni dan Olahraga (Seniora) 2025 itu menghadirkan guest star Denny Caknan.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Suryadi menyampaikan, konser Denny Cak yang digelar Pemkab Gresik sangat melukai hati masyarakat. Sebab, di saat banyak infrastruktur jalan kondisinya rusak parah dan tak kunjung diperbaiki karena tidak ada anggaran dan warga Gresik Selatan di sekitar bantaran Kali Lamong saat ini tertimpa musibah banjir, Pemkab Gresik justru menggelar konser dangdut.
“Tentu sebagai warga Munggugianti saya sangat kecewa dengan konser Denny Caknan yang digelar Pemkab Gresik, sebab saat ini banyak jalan rusak tak tersentuh perbaikan dengan dalih tak ada anggaran dan saat ini warga terkena musibah banjir,” ungkapnya kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (15/11/2025).
Ia juga mengatakan, warga Gresik yang tinggal di sekitar bantaran Kali Lamong sudah puluhan tahun menderita akibat banjir yang selalu menimpa setiap musim hujan. Kerugian yang diderita korban yang mayorotas petani sangat besar, karena tanaman mereka gagal panen akibat terendam banjir.
“Terus sampai kapan Mas kami dikibuli terus seperti ini. Sebagai warga, kami sedih mas atas nasib kami seperti ini terus-terusan setiap musim hujan. Kami punya hak untuk menuntut hak kepada pemerintah karena kami juga bayar pajak,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




