AKBP Rivanda (tengah)
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Polres Sumenep mengintensifkan pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 dengan fokus pada berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan pengendara di jalan raya.
Penindakan manual masih diberlakukan, namun aparat lebih menekankan aspek edukasi kepada masyarakat.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam operasi kali ini.
Menurutnya, masih banyak pengendara yang mengabaikan keselamatan dasar saat berkendara.
“Tilang manual tetap kita terapkan pada pelanggaran. Tapi kami lebih mengutamakan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Misalnya tidak memakai helm, itu sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri. Fokus kami bukan sekadar administrasi, tetapi keselamatan,” ujar AKBP Rivanda, Kamis (20/11/2025).
Dalam Operasi Zebra Semeru 2025, sejumlah pelanggaran menjadi atensi khusus karena dinilai paling sering memicu kecelakaan. Di antaranya:
1. Tidak menggunakan helm SNI
2. Tidak menggunakan sabuk keselamatan
3. Menggunakan ponsel saat berkendara
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




