Bupati Jember Tegaskan Komitmen Program Prioritas UHC dan Insentif Guru Ngaji

Bupati Jember Tegaskan Komitmen Program Prioritas UHC dan Insentif Guru Ngaji Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Ist)

Sejumlah peserta forum menyampaikan keluhan terkait kendala pendataan yang menyebabkan mereka belum menerima insentif, meskipun telah aktif mengajar.

Menanggapi hal tersebut, Fawait segera menginstruksikan jajarannya untuk menelusuri permasalahan data di tingkat desa.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran guru ngaji sebagai penerima insentif harus melalui mekanisme yang telah ditetapkan, yakni dimulai dari Kepala Desa, lalu dibahas dalam musyawarah desa (musdes), sebelum akhirnya diajukan ke pemkab.

“Alurnya dimulai dari desa, dibahas di musdes, baru dilanjutkan kepada kami. Tidak boleh ada proses yang dilewati,” tegasnya.

Bupati juga mengimbau para guru ngaji yang merasa telah memenuhi kriteria tetapi belum tercatat, untuk segera mengonfirmasi status mereka kepada Kepala Desa masing-masing.

Langkah ini penting agar proses verifikasi dan pengusulan dapat dipercepat, sehingga tidak ada guru ngaji yang terlewat dari program yang sudah dijanjikan pemerintah daerah.

Fawait menekankan bahwa kedua program unggulan ini yakni, yang memastikan layanan kesehatan gratis di seluruh Indonesia dan insentif bagi guru ngaji agar bisa membantu masyarakat.

“Yang paling utama, setiap kebijakan harus memberi manfaat nyata bagi warga. Pemerintah hadir untuk memastikan hal itu tercapai,” ujarnya menutup kegiatan interaktif di Kencong.

Dengan keberlanjutan dua program strategis tersebut, Pemkab Jember berharap kesejahteraan masyarakat terus meningkat, sekaligus memperkuat pemerataan pelayanan publik hingga ke seluruh wilayah pedesaan. (nga/yud/msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO