Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat konferensi pers memaparkan 3 program pemkab yang masuk finalis Kovablik Jawa Timur 2025.
Program ini juga melakukan layanan HCS (Home Care Service) sebanyak dua kali dalam satu minggu, pelatihan caregiver sebanyak dua kali dalam satu tahun, bantuan alat penunjang kesehatan berupa tensi meter, alat bantu mobilisasi, alat laboratorium sederhana sebanyak 15 orang per tahun, dan masih banyak lagi.
Selain mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui gagasan kreatif dan terukur, tiga inovasi tersebut selaras dengan RPJMD Kabupaten Lamongan, lima belas program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, dan RKPD.
"Seluruh inovasi di Kabupaten Lamongan didukung oleh peraturan daerah dan tentu selaras dengan RPJMD Kabupaten Lamongan, lima belas program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, dan RKPD. Tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, hingga memberikan tambahan nilai ekonomis untuk masyarakat," tutur Bupati Yuhronur Efendi saat memaparkan program inovasi di Ruang Command Center Pemkab Lamongan, Kamis (27/11/2025).
Adapun dampak inovasi Megpreneur bisa dilihat dari rata-rata kenaikan omzet pasca mengikuti inkubasi. Tercatat omzet pelaku usaha yang mengikuti Megpreneur mengalami kenaikan. Dari 3,5 juta rupiah pada 2022, di tahun 2023 menempati angka 4,5 juta rupiah, dan tahun 2024 menempati angka 5,8 juta rupiah.
Inkubasi ini diikuti 155 tim, dengan mengklasifikasikan kategori usaha di bidang agribisnis, food, fashion, industri kreatif, pariwisata, hingga layanan jasa. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




