Wabup Gresik Asluchul Alif didampingi Kadinkes Mukibatul Khusnah dan Sekda Achmad Washil MT saat launching 8 puskesmas rawat inap. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan layanan rawat inap di delapan puskesmas.
Peresmian tersebut digelar pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Rabu (2/12/2025).
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
Dengan tambahan delapan puskesmas itu, kini terdapat 29 dari total 32 puskesmas di Kabupaten Gresik yang sudah melayani rawat inap.
Pemkab Gresik menargetkan 99 persen puskesmas di daerah itu dapat menyediakan layanan rawat inap, sebagai langkah untuk mempercepat pemerataan akses kesehatan di tingkat masyarakat.
Wakil bupati menegaskan bahwa penyediaan layanan rawat inap di puskesmas tidak hanya sekadar penambahan fasilitas, tetapi juga wujud kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.
“Dulu masyarakat harus ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan perawatan dasar. Sekarang 90 persen puskesmas sudah siap rawat inap. Target kita jelas, tinggal tiga puskesmas lagi dan kita targetkan 99 persen siap melayani rawat inap,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan layanan tersebut semakin penting, mengingat hampir seluruh masyarakat Gresik telah tercakup dalam kepesertaan BPJS.
Dengan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 100 persen, seluruh pembiayaan ditanggung BPJS sesuai ketentuan.
“Bisa dikatakan, kalau punya KTP Gresik maka kesehatannya terjamin. Tidak semua orang mudah mendapatkan uang untuk berobat, apalagi tindakan medis besar. Karena itu pemerintah memastikan seluruh masyarakat memegang BPJS dan layanan kesehatan harus dekat, murah, dan mudah,” terangnya.
Capaian tersebut menjadi hasil puncak berbagai program strategis sektor kesehatan sepanjang 2025.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




