Gus An'im
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - KH. An’im Falachuddin Mahrus yang akrab disapa Gus An'im, Anggota Komisi VIII DPR RI, mendorong optimalisasi kelembagaan dan kesiswaan di lingkungan pendidikan Islam agar mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital yang berkembang pesat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang digelar di salah satu hotel di Kecamatan Semen, Sabtu (20/12/2025) sore.
BACA JUGA:
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
- Libur Panjang Bikin SLG Kediri Dipadati Wisatawan, Parkir Dibuka Penuh
- Upah Rp70-90 Ribu, Penambang Pasir Brantas Kediri Tetap Bertahan
- Wali Kota Kediri Dorong Guru TK Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan di Era Digital
Kegiatan bertema 'Optimalisasi Potensi Kelembagaan dan Kesiswaan dalam Menghadapi Tantangan Zaman' tersebut dihadiri oleh pengelola lembaga pendidikan Islam, para pendidik, serta pemerhati pendidikan.
Diskusi atau ngobrol tersebut berlangsung interaktif dengan menyoroti peran strategis pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang berkarakter, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Peserta juga membahas tantangan nyata yang dihadapi lembaga pendidikan Islam di tengah arus digitalisasi.
Gus An’im menegaskan bahwa kemajuan pendidikan Islam tidak terlepas dari peran guru sebagai ujung tombak pembentukan karakter peserta didik.
Ia menilai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) pada dasarnya telah berjalan dengan baik, meskipun masih memerlukan penguatan di sejumlah aspek.
“Ini bisa seperti sekarang karena didikan guru. Lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama sudah baik, tetapi tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus terus disempurnakan,” ujarnya.
Gus An’im juga menyinggung perubahan tata kelola sejumlah lembaga yang sebelumnya berada di bawah Kemenag, seperti pengadilan agama, penyelenggaraan haji, wakaf, hingga badan halal, yang kini dikelola secara terpisah.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi momentum bagi Kemenag untuk lebih fokus pada tugas utamanya.
Ia berharap Kementerian Agama dapat mengoptimalkan tiga peran strategis.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




