Gus An'im Dorong Optimalisasi Lembaga Pendidikan Islam Hadapi Tantangan Era Digital

Gus An Gus An'im

Pertama, pengelolaan kehidupan keagamaan masyarakat melalui pembinaan umat yang moderat dan harmonis. 

Kedua, pengelolaan pendidikan Islam di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) secara profesional, berkelanjutan, dan berorientasi mutu.

Ketiga, penguatan peran Direktorat Jenderal Pesantren agar keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pesantren, khususnya pesantren yang masih membutuhkan dukungan agar tetap eksis dan berdaya saing.

Selain aspek kelembagaan, Gus An’im juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi peserta didik di era digital. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.

“Teknologi yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan harus diajarkan kepada anak-anak kita. Namun, teknologi dan media sosial yang berdampak negatif perlu dibatasi dengan pengawasan yang serius,” katanya.

Ia juga menyinggung terkait maraknya judi online dan penipuan digital yang telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan di tengah masyarakat. 

Menurutnya, tidak sedikit keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat kecanduan judi daring. Selain itu, pergaulan bebas yang dipicu oleh penyalahgunaan media digital juga menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan dan keluarga.

“Pembatasan terhadap konten dan aktivitas digital yang merugikan masyarakat merupakan langkah wajar demi melindungi generasi muda,” tegasnya.

Melalui kegiatan NGOPI tersebut, Gus An’im berharap terbangun sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan Islam yang adaptif, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan zaman secara bijak dan bertanggung jawab. (uji/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO