Hj. Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR RI. Foto: Ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, menyatakan komitmennya dalam memperjuangkan program Sekolah Rakyat (SR). Program ini dipandang sebagai instrumen vital negara untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan keluarga rentan serta mereka yang sempat putus sekolah.
Sebagai legislator yang membidangi kesejahteraan sosial dan perlindungan anak, Dini secara konsisten melakukan peninjauan langsung di daerah pemilihan Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Sekolah Rakyat di Kota Blitar Mulai Verifikasi Calon Siswa, Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
- Deni Prasetya Protes Sampul Majalah Tempo PT NasDem Indonesia Raya Tbk
- Kader NasDem se-Kediri Gelar Aksi Protes Sampul Tempo, Nilai Merugikan Citra Partai
Berdasarkan pengamatannya, saat ini terdapat sedikitnya empat Sekolah Rakyat yang telah beroperasi dan mulai menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan taraf hidup warga.
“Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah, bahkan yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Saya mendengar langsung masukan dari guru, siswa, hingga orang tua, dan secara umum responsnya sangat baik,” ujar Dini, Sabtu (27/12/2025).
Tantangan Infrastruktur dan Akademik
Meski berjalan positif, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo ini mencatat beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Dari sisi infrastruktur, mayoritas SR masih menempati bangunan sementara seperti Balai Latihan Kerja (BLK) atau rumah susun sewa (rusunawa). Meski begitu, Dini menilai fasilitas tersebut tetap representatif bagi kegiatan belajar mengajar.
Tantangan yang lebih kompleks justru muncul dari aspek akademik. Dini menyoroti perbedaan usia dan kompetensi siswa yang sangat beragam dalam satu jenjang pendidikan. Fenomena siswa SD yang belum mahir membaca-menulis hingga siswa SMA berusia di atas 20 tahun akibat putus sekolah lama menjadi dinamika yang harus dihadapi para pendidik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




