KOTA YOGYAKARTA,BANGSAONLINE.com -Menurunnya jumlah penumpang di kawasan Malioboro, Yogyakarta, membuat para tukang becak kayuh berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan becak listrik.
Kehadiran becak motor (bentor) dan transportasi berbasis aplikasi dinilai menjadi faktor utama berkurangnya minat penumpang terhadap becak kayuh. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para penarik becak tradisional yang kini semakin sulit mendapatkan penumpang.
BACA JUGA:
- Perbandingan Tata Kota Pasuruan dan Yogyakarta: Alun-Alun, PKL, Parkir, dan Wisata
- Ngawioboro, Malioboro ala Ngawi Tetap akan Jadi Sentra Pedagang Kaki Lima, Tapi ...
- Soal Face Off dan Patung HOS Cokroaminoto, Begini Tanggapan Mantan Bupati Markum
- Face Off Kota Ponorogo, Bupati Sugiri Akan Jadikan Jalan HOS Cokroaminoto Seperti Malioboro
Salah seorang tukang becak kayuh di Malioboro, Kusnanto, mengatakan persaingan dengan bentor dan transportasi online membuat pendapatan becak kayuh terus menurun.
“Kehadiran bentor dan transportasi online sangat berpengaruh. Sekarang penumpang becak kayuh semakin sepi,” kata Kusnanto.
Ia berharap Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Presiden Prabowo Subianto dapat segera memberikan bantuan becak listrik untuk menunjang keberlangsungan mata pencaharian tukang becak tradisional. Kusnanto mengaku sempat didatangi petugas untuk pendataan calon penerima bantuan tersebut.
Namun, pada saat pendataan berlangsung, ia justru mendapatkan penumpang setelah lama menunggu.
“Kemarin datang penumpang dengan tujuan pusat oleh-oleh bayarnya Rp10.000. Waktu itu saya sedang didata, tapi saya tinggal dulu karena mau mengantar penumpang,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




