Lia Istifhama, Anggota DPD RI.
Ia juga menyoroti peran strategis masjid dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, lingkungan masjid harus menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh kembang nilai-nilai moral anak-anak.
“Di mana pun anak-anak berada, mereka tidak boleh kekurangan tempat beribadah dan ruang tumbuh nilai. Masjid harus selalu hidup, makmur, dan hadir di tengah masyarakat,” tegas politisi muda tersebut.
Selain aspek spiritual, Ning Lia mendorong para pengelola masjid untuk mulai memikirkan kemandirian finansial melalui tata kelola yang produktif, seperti pengembangan unit usaha halal.
“Bersedekah dan memakmurkan masjid harus dipahami sebagai kebutuhan primer. Dari sanalah keberlangsungan masjid bisa terjaga,” tutur putri mendiang tokoh NU, KH Maskur Hasyim ini.
Tak lupa, ia mengingatkan agar takmir masjid tidak gagap teknologi. Penggunaan media sosial dan konten kreatif menjadi kunci agar nilai-nilai keislaman tetap relevan di mata generasi digital.
“Masjid harus masuk ke dunia anak muda. Nilainya tetap, tetapi pendekatannya yang menyesuaikan,” imbuhnya.
Dalam rangkaian DMI Award 2026 tersebut, sejumlah tempat ibadah di Gresik turut menyabet penghargaan bergengsi, di antaranya:
- Masjid Perum Omah Indah Menganti: Kategori Masjid Perumahan dan Perkampungan Terbaik.
- Masjid Khoirul Ngepung Kedamean: Masjid Jami Terbaik.
- Musala As Salam Ngargosari, Kebomas: Juara Pertama tingkat musala se-Kabupaten Gresik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




