Diagram konsep implementasi SGREEFIT dari tim mahasiswa ITS dalam memanfaatkan fasilitas yang ada untuk membuat program yang sistematis dan terintegrasi guna menangani obesitas. (Ist)
Tahapan program ini, lanjut Levi, diawali dari peserta yang melalui konsultasi medis memperoleh rekomendasi sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Selanjutnya, peserta melakukan aktivitas olahraga di gym yang terhubung BPJS. Program ini juga menerapkan gamifikasi dengan memberikan insentif berupa poin dan voucher untuk peserta yang menjalani program dengan baik untuk meningkatkan motivasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini memerlukan kerja sama dari berbagai pihak terkait lainnya. Aktor kunci tersebut meliputi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kemenkes, ahli gizi, sport scientist, dokter, termasuk juga masyarakat.
“Seluruh tahapan dan rekomendasi juga sudah kami muat dalam dokumen policy brief yang kami publikasikan,” ujar Levi.
Melalui program tersebut, Levi menyebutkan bahwa apabila prevalensi obesitas turun 35 persen saja melalui program ini, maka beban pengeluaran BPJS dapat berkurang sekitar Rp10,5 triliun. Angka tersebut diambil dari asumsi 60 persen total pengeluaran akibat obesitas sebesar Rp56 triliun ditanggung oleh BPJS.
“Penghematan ini mampu menutup defisit BPJS sebelumnya,” tekannya.
Tim yang dibimbing oleh dosen ITS, Alfan Purnomo tersebut telah meraih medali perak untuk kategori presentasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38 tahun 2025 lalu.
“Harapannya hal ini dapat menjadi program strategis nasional dalam menangani obesitas di Indonesia,” tutup Levi. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




