Bandara Juanda. Foto: Ist
Untuk rute internasional baru, ia menyatakan bahwa minat penumpang menunjukkan tren positif. Rute Bangkok (DMK) melayani 14 ribu penumpang dengan load factor 71 persen, Guangzhou (CAN) sebanyak 67 ribu penumpang dengan load factor 77 persen, dan Fuzhou (FOC) melayani 5 ribu penumpang dengan load factor 65 persen.
“Data ini menunjukkan bahwa pembukaan rute baru mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus memperluas konektivitas internasional dari Jawa Timur,” tuturnya.
Memasuki tahun 2026, pihaknya menargetkan penguatan konektivitas penerbangan, khususnya dari dan menuju Pulau Jawa.
“Kami terus membangun kolaborasi dengan maskapai, otoritas, dan seluruh pemangku kepentingan agar konektivitas penerbangan semakin luas dan efisien bagi masyarakat,” kata Tohir.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem di awal 2026, Bandara Juanda juga memperkuat langkah mitigasi dengan meningkatkan koordinasi bersama Lanudal Juanda, Otoritas Bandara Wilayah III, AirNav Surabaya, BMKG Juanda, maskapai, dan ground handling.
“Sebagai antisipasi, kami memperkuat koordinasi real-time dengan BMKG Juanda, melakukan pemeriksaan berkala fasilitas terminal dan sisi udara, serta memastikan seluruh prosedur penanganan cuaca ekstrem berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan penerbangan,” urai Tohir. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




