Lahir di Mesir, Kiai Asep Gelar Aqiqah untuk Cucu ke-21

Lahir di Mesir, Kiai Asep Gelar Aqiqah untuk Cucu ke-21 Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dalam acara aqiqah yang digelar di kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Rabu (21/1/2026) sore. Foto: bangsaonline

Kiai Asep istiqamah mengaqiqahi putra-putrinya pada hari ketujuh karena berpegang pada Hadits Nabi. Diantaranya Hadits diriwayatkan Abu Dawud yang artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya. Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur rambutnya”.

“Jadi anak bayi itu sebelum diaqiqahi masih tergadai, belum menjadi milik orang tuanya seratus persen. Karena itu anak yang tidak diaqiqohi kadang sulit dikendalikan,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu.

Kiai Asep mengundang sekitar 200 orang untuk acara aqiqah itu. Mereka diundang dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diundang pukul 13.00 WIB.

“Hanya sekitar 50 orang. Tapi yang habis maghrib 150 orang dari Mojokerto,” kata Kiai Asep.

Dalam acara aqiqah itu Kiai Asep memimpin pembacaan dzikir, shalawat dan doa. Kiai Asep juga meminta Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk, ulama asal Mesir, untuk mimpin doa yang diamini semua undangan yang hadir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO