Salah satu rumah warga yang alami kerusakan atap akibat terjangan angin kencang
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Angin kencang disertai hujan deras merusak sejumlah bangunan di Kabupaten Sampang, Minggu (1/2/2026) sore.
Selain rumah warga, satu bangunan sekolah madrasah juga mengalami kerusakan akibat terjangan angin.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang Mohammad Hozin mengatakan, angin kencang terjadi sekitar pukul 15.45 WIB.
"Lalu 30 menit kemudian, saya dapat laporan banyak rumah warga yang rusak," ujar Hozin, Senin (2/2/2026).
Menurut dia, dampak angin kencang tersebut terjadi di dua wilayah, yakni Kecamatan Sampang dan Kecamatan Camplong.
"Kalau di Camplong ada 14 bangunan yang rusak. Lalu di Kecamatan Sampang ada satu rumah yang terdampak angin kencang," katanya.
Total terdapat 15 bangunan yang mengalami kerusakan, terdiri atas 13 rumah warga, satu pagar rumah, dan satu bangunan sekolah madrasah.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan.
Atap rumah warga yang terbuat dari galvalum bahkan terlepas dan jatuh ke halaman rumah tetangga.
"Rata-rata memang atap. Tapi ada satu bangunan rumah warga yang rusak berat," jelas Hozin.
Petugas BPBD Sampang langsung turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan awal.
Selain itu, petugas juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak angin kencang.
"Setelah pendataan kemarin, kami juga salurkan bantuan kebutuhan darurat untuk warga terdampak. Di antaranya terpal dan makanan siap saji," ujarnya.
Hingga saat ini, warga masih bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak.
Warga khawatir hujan susulan dapat menyebabkan air masuk ke dalam rumah akibat atap yang belum diperbaiki.
"Apalagi rumah warga berisi peralatan elektronik yang rentan rusak ketika kena air," kata Hozin.
Salah satu warga terdampak di Kecamatan Camplong, Imam, mengaku terkejut saat angin kencang tiba-tiba menerjang rumahnya.
Akibat kejadian itu, atap rumahnya rusak, meski tidak menimbulkan korban luka.
"Rumah saya yang rusak di ruang tamu. Saat kejadian anak saya di kamar. Setelah angin itu, di ruang tamu sudah berserakan pecahan dari atap itu," pungkas Imam. (van)






