Kolaborasi AJP dan Dindik Jatim Gelar Sarasehan Pelajar 2026, Latih Menulis dan Public Speaking

Kolaborasi AJP dan Dindik Jatim Gelar Sarasehan Pelajar 2026, Latih Menulis dan Public Speaking Peserta saat mendapatkan pemaparan materi dari jurnalis TV One. Foto: Agus Salimullah/BANGSAONLINE

KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Asosiasi Jurnalis Perempuan (AJP) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggelar Sarasehan Pelajar Jawa Timur 2026 di Malang.

Kegiatan berupa pelatihan penulisan kreatif dan public speaking itu berlangsung di Aula SMA Negeri 9 Malang, Selasa (3/2/2026).

Sarasehan ini diikuti 230 peserta dari kalangan siswa dan guru pendamping. Peserta berasal dari wilayah Cabdindik Kabupaten Malang, Cabdindik Kota Malang–Kota Batu, serta Cabdindik Blitar.

Ketua AJP yang juga Kepala Biro tvOne Biro Surabaya-Bali, Hentty Kartika Sari mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur atas kolaborasi yang memberikan ruang belajar bagi siswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk pengembangan kemampuan kepenulisan dan public speaking pelajar.

"Saya berharap kegiatan ini memberikan ruang belajar bagi siswa di bidang kepenulisan dan public speaking dalam menghadapi masa depannya yang semakin kompetitif," harapnya.

Hentty menambahkan, penulisan kreatif harus diimbangi dengan tanggung jawab moral agar karya yang dihasilkan tidak mengandung hoaks.

Ia meyakini bimbingan mentor dari jurnalis profesional akan memberi dampak positif bagi pelajar di Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kompetensi siswa.

Menurutnya, penguatan karakter dapat dilakukan melalui peningkatan kemampuan public speaking.

"Karena ini masih di awal tahun pembelajaran, saya berharap tentu ada tambahan ilmu pengetahuan dan kompetensi di dalam penguatan karakter mereka di dalam lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah kan mereka sudah mendapatkan ilmu di bidang akademik, tetapi mereka juga membutuhkan ilmu untuk membangun karakternya melalui public speaking," ujar Aries.

Aries menjelaskan, siswa kerap berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang runtut dan naratif dalam komunikasi sehari-hari.

"Untuk bisa berkomunikasi dengan bagus, maka bekalnya apa, ya pengetahuan. Makanya saya berharap peserta mendapat ilmu dari narasumber-narasumber yang kompeten tentang bagaimana penulisan naratif yang benar terutama di media sosial," terangnya.

Kegiatan ini menghadirkan Ammar Ramzi, Asisten Redaktur SEO TvOnenews.com, sebagai pemateri kepenulisan.

Materi public speaking disampaikan oleh Belinda Firda, Reporter Metro TV.

"Aktivitas harian kita di medsos sebenarnya adalah bentuk dasar menulis," ungkap Ammar Ramzi di awal paparannya.

Dalam sesi tersebut, Ammar membahas alasan pentingnya menulis kreatif. Ia juga mengulas mitos dan fakta tentang menulis, manfaat menulis, sumber ide, serta tips menjaga konsistensi.

"Dari mana ide itu datang? Ide datang dari pengalaman harian, lingkungan sekitar, perasaan personal, maupun hal-hal sepele yang kita alami," ujar Ammar.

Belinda Firda memaparkan tujuan public speaking dalam sesi terpisah.

Ia menyebut public speaking sebagai sarana pemberdayaan diri, mengenal diri, dan melatih keberanian.

"Berani itu harus dilatih. Bicara itu sebuah proses bukan hasil. Kita tidak harus jago sekarang karena semua orang perlu belajar, semua pernah salah," pesannya.

Aries Agung Paewai juga menyampaikan materi tentang pelajar Gen Z, menulis, berbicara, dan berdampak.

Ia mengungkapkan tiga kunci sukses public speaking bagi Gen Z, yakni menjadi diri sendiri, mampu bercerita, dan memiliki empati.

Aries turut menyinggung media sosial sebagai panggung ekspresi Gen Z. Ia mengingatkan pelajar untuk bijak dan berhati-hati dalam bermedia sosial.

"Medsos adalah panggung kalian untuk mengekspresikan diri. Ini merupakan bentuk kesempatan sekaligus tanggung jawab. Jadi, perlu ada koreksi dan harus berhati-hati sebelum klik sesuatu. Pikirkan, cermati, dan baca berulang-ulang agar tidak merugikan diri sendiri," pesannya.