Ilustrasi. Foto: Freepik
BANGSAONLINE.com - Menjelang bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri sejak dini agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih fokus dan khusyuk.
Persiapan tersebut mencakup aspek fisik, ilmu, dan spiritual, sebagaimana dikutip dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru.
Salah satu amalan utama adalah membayar utang puasa Ramadhan sebelumnya, terutama bagi yang berhalangan karena haid atau uzur. Waktu mengqadha puasa berlangsung hingga bulan Syaban, yang menjadi batas terakhir sebelum Ramadhan tiba.
Selain itu, memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban juga dianjurkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dikenal sering berpuasa pada bulan ini, bahkan hampir penuh, sebagai bentuk latihan menyambut Ramadhan.
Amalan lain yang disarankan adalah membiasakan membaca Al-Qur’an sebelum Ramadhan, agar tilawah menjadi rutinitas ketika bulan suci tiba. Membekali diri dengan ilmu tentang puasa juga penting, mencakup hukum, tata cara, serta keutamaan Ramadhan sesuai tuntunan sunnah.
Sebagian ulama salaf mencontohkan doa agar dipertemukan dengan Ramadhan dan amal ibadahnya diterima. Doa ini dilakukan secara umum tanpa lafaz khusus. Bagi yang mampu, rukyatul hilal juga dianjurkan sebagai bagian dari penentuan awal bulan dalam kalender Islam yang berbasis peredaran bulan.
Dengan berbagai amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan penuh, sehingga ibadah puasa berjalan lebih tenang, konsisten, dan bermakna. (rom)







