Khofifah Effect dan Magnet Prabowo di Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Khofifah Effect dan Magnet Prabowo di Mujahadah Kubro Satu Abad NU Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa. Foto: Ist

Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat , ia menjadi alasan puluhan ribu Ibu-Ibu Muslimat berbondong-bondong mengalir ke Kota Malang.

Euforia massa semakin besar setelah menyebarnya kabar Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandara Abdurachman Saleh, Malang pada Sabtu 7 Februari 2026 malam atau satu hari sebelum puncak peringatan Mujahadah Kubro Satu Abad .

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu membuat Stadion Gajayana seolah bergetar. Lautan massa pun mengelu-elukan sosok Presiden RI ke-8 tersebut.

Panggung yang megah menjadi bertambah mewah dengan pidato Presiden Prabowo yang menggelegar. Terlebih dalam pidatonya Presiden mengapresiasi kontribusi besar terhadap perjalanan sejarah NKRI hingga hari ini.

Prabowo pun tampak sumringah dan bersemangat di acara Mujahadah Kubro Satu Abad . Lelahnya terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta ke Kota Malang, terhapus dengan euforia dan sambutan ratusan ribu Nahdliyin.

Penulis pun coba mundur ke belakang. Sebelum Mujahadah Kubro Satu Abad dihelat oleh PW Jawa Timur.

Sepekan sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB) lebih dulu menggelar event peringatan Satu Abad , tepat di hari lahir pada 31 Januari 2026.

Acara itu digelar di Istana Olahraga (Istora) Senayan, bukan Gelora Bung Karno atau GBK seperti rencana sebelumnya. Seperti diketahui kapasitas Istora Senayan, jauh lebih kecil dari GBK.

Istora Senayan yang biasa digunakan untuk event olahraga Bulutangkis itu berkapasitas 7000 tempat duduk. Bila area lapangan digunakan pun, kapasitas total tak sampai 10.000 massa.

Suasana di Istora Senayan kurang meriah atau bisa dibilang sepi untuk event tingkat nasional. Kondisi itu bisa dilihat dari banyaknya kursi yang kosong.

Apalagi Presiden Prabowo Subianto yang diharapkan hadir, nyatanya absen. Ketidak hadiran Presiden membuat acara ini kurang gereget.

Kehadiran Presiden diwakilkan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar yang juga tercatat sebagai Rais Syuriyah PB.

Penulis merupakan Koordinator Nasional Poros Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Gila NU dan Orang NU Gila, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (16)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO