Perluas Hubungan Akademik, ITS Sambut Kunjungan Dubes Swedia

Perluas Hubungan Akademik, ITS Sambut Kunjungan Dubes Swedia Penyerahan cinderamata oleh Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (kanan) kepada Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Daniel Blockert.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember () menerima kunjungan kehormatan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Swedia di Indonesia pada Kamis (12/2/2026) sore, di Gedung Rektorat .

Rektor , Prof Bambang Pramujati, mengatakan kunjungan ini semakin menguatkan hubungan akademik antara dan pemerintah Swedia yang telah terjalin sebelumnya. Ia menilai kemitraan tersebut bertumpu pada sejarah kolaborasi panjang dengan beberapa universitas ternama di Swedia.

“Universitas tersebut antara lain KTH Royal Institute of Technology, SF Marina, Stockholm School of Economics, dan University of Borås,” kata Rektor , Kamis (12/2/2026).

Bambang menuturkan bahwa pertemuan ini sebagai momen penting untuk memperluas kerja sama akademik dan profesional. Adapun peluang kerja sama yang ditawarkan meliputi program International Undergraduate Program (IUP), skema gelar ganda, dan akses karier di industri teknologi Swedia.

“Kami ingin membuka lebih banyak jalur pengalaman internasional bagi mahasiswa dan alumni ,” kata Bambang.

Selain itu, Bambang menambahkan bahwa juga proaktif mendorong kehadiran mahasiswa Swedia untuk belajar di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui program pertukaran dan magang jangka pendek. Dengan demikian, ia berharap interaksi dua arah tersebut mampu memperkuat kualitas kolaborasi pendidikan global di .

Hadir langsung memimpin kunjungan tersebut, Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Daniel Blockert yang menilai kolaborasi dengan menunjukkan perkembangan yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ia menyampaikan bahwa sejumlah universitas di Swedia menempatkan sebagai mitra yang sangat aktif.

Di samping itu, Daniel juga menyoroti meningkatnya minat pertukaran mahasiswa di antara kedua negara. Ia memperhitungkan bahwa tren ketertarikan mahasiswa Swedia untuk belajar di Indonesia terus bertumbuh.

“Peluang ini akan terus berkembang seiring dengan dorongan kemitraan yang lebih luas,” ujar Daniel.

Ke depan, pihaknya mendorong pertemuan lanjutan dengan universitas-universitas Swedia guna memperdalam kolaborasi riset dan pendidikan. Daniel berharap langkah konkret dapat segera diwujudkan melalui agenda bersama.

“Semoga pertemuan berikutnya menjadi langkah awal yang baik untuk menjajaki kerja sama yang lebih luas,” tutupnya. (msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO