Tafsir Al-Hajj 30-31: Perbedaan “Watsan” dan “Shanam”

Tafsir Al-Hajj 30-31: Perbedaan “Watsan” dan “Shanam” Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

TAFSIR

Arca, patung, berhala. adalah benda yang diukir sedemikian rupa untuk merefleksikan Tuhan yang diyakini dan selanjutnya sebagai media sesembahan. Bila patung itu refleksi dari manusia, makhluk berakal, maka namanya “shanam” (mufrad) atau “ashnam” (jamak). Dan ini yang terbanyak dan paling klasik.

Disebutkan, bahwa sejak zaman Nabi Nuh A.S. sudah ada beberapa shanam. Kaum nabi Nuh A.S. yang kafir dan pembangkang itu membuat Tuhan-tuhanan berupa patung yang direfleksikan dari orang-orang shalih, junjungan mereka tempo dulu. Ada lima jenis shanam waktu itu, yaitu : Wadd, Shuwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Natsr. (Nuh;33).

Dan jika patung tersebut adalah ekspresi non-manusia, tak berakal, alam atau hewan, maka namanya “watsan” (mufrad) atau “autsan” (jamak). Seperti patung gajah raksasa yang biasa disebut Ganesha. Kalau patung itu merefleksikan malaikat atau patung ? Tentu saja namanya shanam.

Semua ahli sejarah sudah sama-sama mengerti, apalagi pengikut Kristen akademik, bahwa sosok yang dijadikan model sebagai yang terbentang di kayu salib adalah bukan sosok atau wajah asli. Karena tidak ada dokumen yang bisa dipercaya, tidak ada lukisan alami apalagi foto. Selain itu, tidak diketahui di mana kuburannya jika beliau wafat di bumi ini.

Sesungguhya yang menjadi model di kayu salib sekarang adalah Cesare Borgia, yang diyakini wajahnya mirip . Lalu, siapa dia? Cesare Borgia adalah anak Haram, anak Zina dari Paus Alexander VI. (sumber : Wikipedia. https://id.wikipedia.org)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO