Wakil Bupati Kediri bersama anggota Forkopimda saat mencoba becak listrik. Foto: Ist
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha GSN, Firman Dahlan, menyebut program becak listrik merupakan bentuk perhatian langsung Presiden Prabowo kepada pekerja sektor informal.
"Bantuan becak listrik bertujuan membantu para pengayuh yang selama ini bekerja secara manual dengan tenaga besar setiap hari. Program ini untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak. Dengan becak listrik, tenaga yang dikeluarkan jauh lebih ringan sehingga mereka tetap bisa menjadi tulang punggung keluarga dengan kondisi kerja yang lebih manusiawi," paparnya.
Ia menambahkan, penggunaan becak listrik diharapkan meningkatkan rasa percaya diri pengayuh sekaligus memperbesar peluang mendapatkan penumpang. Hingga kini, penyaluran becak listrik telah menjangkau Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten dengan total sekitar 15 ribu unit, di mana target nasional mencapai 70 ribu unit meski terkendala kapasitas produksi.
"Untuk Kabupaten Kediri ini yang terbanyak sementara, ada 200 unit. Kendalanya memang di produksi, sehingga penyaluran dilakukan bertahap," ucapnya.
Ditegaskan olehnya, penerima bantuan wajib menjaga dan merawat becak listrik sesuai aturan yang akan ditetapkan. Becak tidak boleh dijual, digadaikan, atau dipindahtangankan.
"Nanti ada regulasi tersendiri. Harus dijaga dan dirawat dengan baik supaya masa pakainya panjang dan benar-benar bermanfaat," pungkasnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




