Mahasiswi ITS (kiri) sedang memandu siswi SMPN 32 Surabaya saat mencoba menggunakan RRekon VR. (Ist)
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jatim, Dhany Aribowo, menuturkan bahwa inovasi RRekon VR sangat dibutuhkan dalam edukasi kebencanaan. Edukasi terkait proses rekonstruksi pascabencana saat ini masih belum banyak dikembangkan.
“Selama ini edukasi yang ada masih berfokus pada pencegahan bencana dan proses evakuasi saat bencana terjadi,” ungkapnya.
Dhany menambahkan bahwa masih banyak masyarakat yang hanya berfokus pada tahap tanggap bencana dan belum menaruh fokus pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Padahal, lanjut Dhany, peran relawan kebencanaan seharusnya tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi juga mencakup upaya rehabilitasi dan rekonstruksi untuk menyiapkan daerah kembali pulih. Selain itu, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi juga memerlukan kerja sama dari Masyarakat, sehingga media edukasi ini dapat membantu membuka mata masyarakat.
Tidak hanya media edukasi pengunjung Kantor BPBD Jatim, lanjut Dhany, harapannya inovasi ini juga bermanfaat bagi petugas BPBD sendiri. Dalam jangka panjang, rencananya RRekon VR dapat menjadi media edukasi untuk mempersiapkan petugas survei pascabencana BPBD. Lewat data nyata dan simulasi melalui VR, diharapkan petugas mampu mengidentifikasi tingkat kerusakan dan menentukan prioritas penanganan.
Kepala SMPN 32 Surabaya, M. Bisri, menyambut hangat kegiatan uji coba ini karena menilai media edukasi berbasis VR tersebut dapat meningkatkan tingkat literasi siswa.
Menurut Bisri, penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat relevan karena kehidupan saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi.
“Harapannya, inovasi dan kegiatan serupa tidak berhenti di sini dan selalu ada keberlanjutan,” tutupnya. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




