Berdasarkan laman resmi Kementerian Agama, berikut lafal niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالى
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana hadzihis sanati lillaahi ta'aalaa.
"Aku berniat puasa untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah SWT."
Keutamaan Sahur
Meskipun tidak mempengaruhi keabsahan puasa, umat Islam dianjurkan untuk makan sahur. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa dalam sahur terdapat keberkahan, sebagaimana hadis dari Anas bin Malik:
تسحّروا فإن فى السحور بركة
"Bersahurlah, karena di dalamnya terdapat keberkahan."
Lembaga Fatwa Mesir menjelaskan bahwa keberkahan sahur meliputi mengikuti sunnah Rasulullah, memberikan energi untuk beribadah, menghindarkan dari dampak negatif lapar, serta memberi kesempatan bagi yang lupa berniat puasa untuk memperbaikinya.
Keutamaan Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang memiliki keutamaan besar serta menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Salah satu keutamaan terbesar puasa Ramadhan adalah kesempatan masuk surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan, yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






