Wali Kota Kediri saat memukul gong sebagai tanda Pembukaan International Seminar ASEAN Youth Future Summit. (Ist).
“Dari kisah tersebut kita belajar bahwa usia bukanlah penghalang untuk melakukan perubahan. Justru sering kali perubahan besar lahir dari keberanian para pemuda,” jelasnya.
Dirinya berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi semata, tetapi juga mampu melahirkan kolaborasi nyata antar daerah maupun antar organisasi kepemudaan.
“Apalagi peserta yang hadir tidak hanya dari Kota Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah. Semoga dari sini lahir kolaborasi yang mampu merumuskan solusi bagi berbagai permasalahan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, serta mental yang kuat agar mampu bersaing di era globalisasi dan digitalisasi.
Menurutnya, pemuda perlu mempersiapkan diri sejak dini karena persaingan di masa depan akan semakin ketat. Melalui forum ini diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan, pengalaman, serta motivasi dari para narasumber yang hadir.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, etika, dan kepercayaan sebagai bekal utama dalam meraih kesuksesan.
“Integritas, etika, dan kepercayaan harus dijaga. Hal tersebut memang terlihat sederhana, tetapi menjadi fondasi penting bagi seseorang dalam menapaki tangga kesuksesan,” ungkapnya. (uji/van)















