JEMBER,BANGSAONLINE.com - Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Jember menyiapkan langkah revitalisasi pasar tradisional dengan fokus pada perbaikan sarana prasarana dan sistem pengelolaan.
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Wiwik Supartiwi menjelaskan, pembenahan fisik pasar menjadi prioritas guna meningkatkan kenyamanan serta daya tarik pengunjung.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
“Dua hal yang dimaksud revitalisasi itu ada revitalisasi dari sisi sarpras, tapi ada juga revitalisasi dari sisi pengelolaannya,” ujar Wiwik.
Ia menambahkan, peningkatan target pendapatan daerah diharapkan berdampak pada penguatan anggaran untuk perbaikan pasar yang kondisinya sudah tidak layak.
“Kalau nanti ada peningkatan target pendapatan, itu artinya ada pengembalian anggaran untuk melakukan perbaikan-perbaikan sarana prasarana bagi pasar yang mungkin sudah saatnya atau tidak layak dihuni,” katanya.
Menurutnya, perbaikan tersebut akan membuat kios yang sebelumnya kurang layak menjadi lebih fungsional dan mampu menarik minat masyarakat untuk bertransaksi.
“Salah satunya yang kita dorong pada tahun 2026 ini adalah revitalisasi Pasar Tanjung yang diusulkan ke Kementerian PU, supaya menjadi pasar tradisional yang modern, aman, dan nyaman,” ungkapnya.
Selain aspek fisik, Pemkab Jember juga mendorong inovasi dalam pengelolaan pasar agar lebih kompetitif di era digital.
“Kemudian yang kedua dari sisi pengelolaan, harapannya ada inovasi supaya pasar-pasar tersebut menarik konsumen datang ke sana,” jelas Wiwik.
Ia mencontohkan sejumlah langkah yang akan dilakukan, seperti pelatihan pedagang berbasis digital hingga penerapan sistem pembayaran non-tunai.
“Melatih pedagang dengan pelatihan online di era digitalisasi, kemudian cara pembayaran yang tadinya manual menjadi digital atau cashless, sehingga pendapatan tidak banyak yang bocor,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




