AG atau Agus Priyono, seorang ASN di DPMD Gresik.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Agus Priyono (AG), seorang ASN di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gresik, akhirnya buka suara setelah sepekan viral diduga terkait jaringan AT dalam jual beli SK ASN dan PPPK palsu.
“Saya ini juga korban mas. Saya bukan pelaku,” ucapnya kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (15/4/2026).
Ia menyatakan bahwa anak, keponakan, serta 2 anak temannya asal Lamongan turut menjadi korban.
“Anak saya, keponakan saya dan dua anak teman saya dari Lamongan juga menjadi korban AT,” cetusnya.
Agus mengaku menyetorkan sekitar Rp400 juta kepada AT, dengan nominal Rp125 juta per orang, baik secara tunai maupun transfer. Anak Agus dijanjikan menjadi PPPK di Dinas Perhubungan Gresik.
“Anak saya sebetulnya sudah kerja di Pasuruan. Tapi karena ada tawaran jadi PPPK di Dishub, anak saya langsung keluar dari pekerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, SK pengangkatan PPPK dijanjikan keluar pertengahan April. Agus juga pernah menyambungkan seorang kepala desa kepada AT agar anak, menantu, dan keponakannya bisa masuk ASN maupun PPPK.
Terkait SK palsu yang sudah diserahkan kepada 9 korban, ia mengaku tidak menerima langsung dari AT.
“Saya terima SK untuk diberikan kepada para korban itu tidak langsung dari AT, tapi dari salah satu orangtua korban, katanya saya disuruh AT untuk menyerahkan kepada para penerima,” ungkapnya.
Agus menyebut SK yang diberikan berupa fotokopi.
“Kata AT nanti kalau para penerima SK sudah mulai bekerja SK aslinya baru diserahkan,” akunya.
Ia menegaskan telah menyerahkan seluruh data dan bukti kepada Inspektorat serta penyidik Polres Gresik.
“Sudah saya sampaikan kepada Inspektorat dan penyidik apa adanya. Saya tidak menutup-nutupi,” pungkasnya. (hud/mar)





