PCNU-PCNU di Jabar Ingin Rais Aam yang secara Ekonomi sudah Selesai

PCNU-PCNU  di Jabar Ingin Rais Aam yang secara Ekonomi sudah Selesai Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memotong tumpeng seusai pelantikan PC dan PAC Pergunu se-Kabupaten Cirebon di Pendopo Kabupaten Cirebon, Selasa (14/4/2026). Potong tumpeng itu dalam rangka HUT Pergunu. Foto: MMA/bangsaonline

Kiai Asep adalah putra ulama besar dan bahkan pendiri NU KH Abdul Chalim. Tapi, menurut Kiai Juhadi, ternyata saat remaja makan intip (kerak nasi yang masih menempel di tempat masak) sisa santri karena miskin.

“Mungkin kita belum pernah mengalami,” ujarnya.

Lalu bagaimana tanggapan Kiai Asep? 

Kiai Asep mengaku tak mempersoalkan siapapun ulama atau kiai yang menjadi Rais Aam Syuriah PBNU. 

"Yang penting tidak ada risywah," ujar Kiai Asep yang pada 2025 lalu mendapat anugrah penghargaan sebagai tokoh Penggerak Ekonomi Keuangan Syariah untuk Negeri dari Bank Indonesia (BI).

Sebab, menurut Kiai Asep, pangkal masalah NU selama ini adalah risywah. 

Menurut Kiai Asep, kewibawaan dan supremasi Syuriah akan kembali tegak jika para kiai NU - terutama jajaran Rais Syuriah - kompak memberantas risywah.

" dan PWNU yang datang ke diberi uang transport karena perjalanan dari daerah masing memang butuh beaya transportasi dan sebagainya. Tapi jangan dalam bentuk transaksional atau tawar menawar suara sehingga terjadi risywah," ujar kiai miliarder tapi dermawan yang memiliki puluhan ribu santri itu. 

"Bagaimana mungkin kita memperjuangkan kebenaran dengan cara yang tidak benar," tambah Kiai Asep.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Kiai Asep mendapat banyak undangan di Jakarta dan Jawa Barat sejak Ahad (12/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026). Pada Ahad malam Kiai Asep diminta Prof Dr Alwi Shihab, Menteri Luar Negeri para era Presiden Gus Dur untuk memberikan motivasi kepada para santri Pondok Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Pondok Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan Alwi Shihab untuk menampung para anak yatim dan dhu’afa.

Kiai Asep kemudian menuju Kota Bandung untuk menghadiri Halal Bihalal Pergunu Jawa Barat. Pada pagi harinya Kiai Asep memberikan pengajian di Pesantren Amanatul Ummah 02 di Leuwimunding Majalengka Jawa Barat sekaligus menghadiri acara pelantikan PAC Pergunu Leuwimunding Majalengka.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan rombongan bersama KH Imam Jazuli dan istrinya di Pesantren BIMA Cirebon, Selasa (14/4/2026). Foto: bangsaonline. 

Kiai Asep dan rombongan kemudian menuju Pendopo Kabupaten Cirebon untuk menghadiri pelantikan PC Pegunu dan PAC Pergunu se-Kabupaten Cirebon. Dalam acara itu hadir Bupati Cirebon H. Imron dan Ketua Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie.

Sore itu juga Kiai Asep dan rombongan menuju Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) di Cisaat Dukupuntang Cirebon Jawa Barat. Kiai Asep dan rombongan disambut langsung pendiri dan pengasuh Pesantren BIMA KH Imam Jazuli dan istrinya, Umi Nyai Hj. Malika Lulu.

Di pesantren yang alumninya banyak diterima di perguruan tinggi luar negeri itu Kiai Asep memberikan pengarahan dan motivasi kepada para ustadz dan ustadzah Pesantren BIMA. Sebelumnya, Kiai Asep juga mengirim para ustadz Amanatul Ummah untuk memberikan bimbingan teknis terhadap para ustadz dan ustadzah Pesantren BIMA. Terutama dalam masalah try out para santri untuk persiapan ke perguruan tinggi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO