Gubernur Khofifah saat meninjau pelaksanaan TKA.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan pendidikan berdampak tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan masa depan.
“Pendidikan berdampak berarti memastikan siswa fokus belajar, berkarakter kuat, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.
Jawa Timur juga mencatat prestasi nasional, di antaranya 29.046 siswa diterima Perguruan Tinggi Negeri lewat SNBP 2026, menjadikan Jatim provinsi dengan jumlah terbanyak selama 7 tahun berturut-turut. Selain itu, Jatim hattrick juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional tiga tahun berturut-turut.
“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Karena itu, visi ‘Jatim Cerdas’ harus dimaknai lebih luas, bahwa kecerdasan harus berdampak nyata,” ucap Khofifah.
Ke depan, Pemprov Jatim akan memperluas akses pendidikan, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membentuk karakter generasi unggul berdaya saing global. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




