“Kalau ada kesulitan, kami tidak hanya menunggu, tapi juga turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja rentan, termasuk buruh dan pengemudi ojek online.
Menurutnya, meski upah minimum kota (UMK) Surabaya relatif tinggi, aspek kesejahteraan lain seperti jaminan kesehatan, cuti, dan perlindungan kerja tetap harus diperhatikan.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhri menekankan bahwa momentum Hari Buruh harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pekerja.
“Kelompok buruh, termasuk ojol, perlu mendapat perhatian lebih. Mulai dari kebutuhan dasar, hunian, hingga jaminan sosial seperti BPJS,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PDIP Surabaya menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi momen untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan para pekerja di tengah dinamika ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




