Foto: Formula1
BANGSAONLINE.com - Max Verstappen menilai strategi pit awal Red Bull pada Grand Prix Miami 2026 menghambat peluangnya finis lebih tinggi. Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi peningkatan performa tim sepanjang akhir pekan di Sirkuit Miami International Autodrome.
Red Bull membawa sejumlah pembaruan besar untuk memperbaiki awal musim yang kurang memuaskan.
Hasilnya terlihat sejak sesi Sprint hingga Kualifikasi, di mana Verstappen finis lima besar dan nyaris merebut pole position, hanya kalah 0,166 detik dari pembalap Mercedes, Kimi Antonelli.
Namun, insiden di tikungan awal membuat posisinya melorot. Verstappen mengatakan, “Sedikit disayangkan apa yang terjadi di Tikungan 2. Saya kehilangan bagian belakang mobil, lalu mencoba meminimalkan kerusakan dengan melakukan putaran 360 derajat.”
Situasi makin sulit ketika Red Bull memutuskan mengganti ban medium dengan ban keras saat periode awal Safety Car.
Verstappen sempat memimpin, tetapi performa ban menurun sehingga ia disalip Oscar Piastri dan George Russell.
“Kami memilih masuk lebih awal menggunakan ban keras dan setelah balapan, saya rasa stint itu terlalu panjang. Sangat sulit menjaga ban tetap bertahan,” ucapnya.
Akhirnya, ia finis di posisi kelima setelah memanfaatkan insiden Charles Leclerc yang menyentuh dinding pada lap terakhir.
Leclerc kemudian menerima penalti waktu 20 detik karena berulang kali keluar lintasan dan turun ke posisi kedelapan. Stewards menegaskan alasan teknis tidak membenarkan keuntungan tersebut. (rom)






