DARI KIRI: Dr Achmad Rubaie, Dr Afif Zamroni, Prof Dr Romdoni Wahyu Sururie, Prof Dr Ahmad Tholabi Kharlie, Syaikh Faraj Salim dan Dr Zkaria Muhtadi, dalam acara pembukaan Asesmen Lapangan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Program Magister Hukum Keluarga Islam Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026). Foto: MMA/bangsaonline
Siapa Achmad Rubaie? “Anggota DPR RI pada masanya,” ujar menantu Kiai Asep itu yang langsung disambut tawa para guru besar dan civitas akademika UAC yang memenuhi ruangan aula pascasarjana UAC.
Saat menyampaikan sambutan mewakili Kiai Asep, Achmad Rubaie mengaku sangat berat. “Tapi kalau Pak Yai yang telepon saya sami’na wa’atha’na,” ujar mantan anggota DPR RI itu.
Menurut Rubaie, Kiai Asep sekarang sedang menjalankan tugas negara sebagai amirulhaj sehingga tak bisa hadir dalam acara ini.
“Semula Pak Yai ragu untuk menerima tugas sebagai Amirulhaj. Tapi dirovokasi Cak Ud bahwa itu penting karena prestige dan juga untuk menambah curriculum vitae,” ujar Rubaie sembari tersenyum. Yang dimaksud Cak Ud adalah M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE yang juga hadir dalam acara tersebut.
Politisi asli Sampang Madura itu menegaskan bahwa Kiai Asep adalah ulama pecinta NKRI.
“Kecintaannya terhadap NKRI itu diwujudkan dalam gagasan besar, sesuai keahliannya yaitu pendidikan, diantaranya mendirikan UAC,” ujar Achmad Rubaie yang kini menjabat Ketua Dewan Pengawas Yayasan Unitomo Surabaya.
Bahkan, menurut Rubaie, Kiai Asep tidak berhenti hanya mendirikan Madrasah Aliyah-MTs dan SMA-SMP tapi juga mendirikan perguruan dengan mencatumkan nama ayahandanya, KH Abdul Chalim.
“Jadi tidak hanya mengandung intelektualitas tapi juga spiritulitas. Tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat tapi juga mengalirkan pahala,” ujar Rubaie yang juga mantan anggota DPRD Jatim.
Menurut Rubaie, Kiai Asep terus berusaha untuk membesarkan UAC. “Pak Yai Asep akan membuka program pertanian, teknik yang ada nuklirnya, dan kedokteran,” ujar Rubaie sembari mengatakan bahwa untuk kedokteran UAC sudah punya modal SDM.
“Kalau tidak salah, lima putri dan menantu Pak Yai Asep dokter,” tambahnya sembari mengatakan bahwa Kiai Asep berkirim surat kepada presiden terkait fakultas kedokteran dan pengembangan UAC.
Hadir dalam acara itu para Wakil Rektor, yaitu Prof Dr Eng Fadly Usman, Dr Zakaria Muhtadi, Dr Affan Hasnan, dan civitas akademika lainnya.
“Abah Yai dan Pak Rektor tidak bisa hadir karena sedang menunaikan ibadah haji. Kita doakan semoga selamat, lancar dan pulang dengan membawa gelar haji mabrur,” Gus Afif dalam sambutannya. Rektor UAC adalah Dr KH Mauhidur Rokhman (Gus Muhib).
Juga hadir Syaikh Faraj Salim asal Mesir dan para guru besar. Antara lain Prof Dr Abdul Haris, Prof Mannan, Prof Bahruddin, dan guru besar lainnya. Tampak juga Muhammad Fachruddin, Wakil Ketua PAN Jatim dan para tamu undangan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




